Tampilkan postingan dengan label Terbaik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Terbaik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Oktober 2011

10 Merek Produk Terbaik Tahun Ini

,
Perusahaan Apple (businessinsider.com)
BERITA TERKAIT
  • Apple, Perusahaan Paling Inspiratif
  • Deloitte Digugat US,6 Miliar
  • 20 Negara Pengutang Terbesar di Dunia
  • Korporasi RI Penghuni Forbes Selama 2011
  • Siapa Adaro, Perusahaan Terbaik Versi Forbes

VIVAnews - Lembaga konsultan merek, Interbrand, merilis daftar 100 merek produk terbaik di dunia. Di antara produk yang berseliweran di pasar dunia, Apple muncul sebagai produsen dengan merek produk bernilai tinggi yang mengalami peningkatan peringkat tertinggi di antara produsen lain.

Bahkan, seperti dikutip dari laman interbrand.com, lonjakan kenaikan peringkat ini membuat merek produk Apple masuk dalam 10 besar merek bernilai tinggi di dunia.

Dalam memberikan penilaian terhadap merek produk terbaik ini, Interbrand melakukan pemeringkatan berdasarkan pada tiga faktor.

Pertama, kinerja keuangan. Dalam kategori ini, Interbrand menilai sebuah produk dilihat dari kontribusinya pada pendapatan perusahaan. Untuk memberikan penilaian lebih maksimal, Interbrand menggunakan perkiraan pendapatan selama lima tahun mendatang.

Kriteria kedua dilihat dari peran dari merek. Pada kategori ini, Interbrand menilai porsi keputusan konsumen dalam membeli merek produk, harga, serta fasilitas yang disediakan.

Terakhir, kriteria yang digunakan adalah kekuatan merek. Interbrand menggunakan kriteria ini untuk menilai kemampuan sebuah merek produk terhadap pendapatan perusahaan pada tahun mendatang.

Berikut ini adalah 10 merek produk terbaik selama 2011.

10. Hewlet Packard (Nilai merek US,48 miliar)

Hewlett-Packard (HP)
Kendati sempat mengalami guncangan setelah mengganti CEO pada 2010, Hewlet Packard (HP) tetap mampu bertahan di jajaran 10 besar merek terbaik di dunia.

Beberapa tahun terakhir, HP telah mengubah strategi bisnis perusahaan serta mengambil langkah transformasi pada nilai yang lebih tinggi, utamanya margin perusahaan.

HP di antaranya melakukan transformasi bisnis dengan memperluas upaya akuisisi serta mempertahankan budaya kolektif yang kompak.

9. Disney (nilai merek US,02 miliar)

Disney
Disney terus menjalankan bisnis dengan memberikan kualitas dan layanan kesenangan keluarga melalui taman hiburan, film, dan merchandise. Dalam setahun ke depan, Disney berencana untuk memperluas fasilitas Fantasyland di taman hiburan Orlando Magis Kingdom.

Disney juga terus menampilkan kinerja terbaiknya sekaligus menampilkan merek produk lebih terkenal lewat pembangunan sarana Disney di Shanghai, China.

8. Apple (Nilai merek US,49 miliar)

Apple

Tampil sebagai merek produk paling terkenal dengan peningkatan peringkat tertinggi, Apple merupakan ikon dari merek teknologi yang menghubungkan teknologi dengan pengalaman unik.

Merek Apple terbukti makin berkembang dilihat dari perilaku konsumen yang selalu mengikuti perkembangan terbaru dari Apple yang dikenal sangat cocok dengan gaya hidup masyarakat.

7. Intel (nilai merek US,22 miliar)

Intel Vacation

Intel merupakan produk terdepan dalam hal inovasi perangkat microprocessor. Perusahaan ini berangan-angan untuk lebih maju dalam menciptakan produk yang hemat energi, peduli terhadap kesehatan dan lingkungan, serta penggunaan teknologi komputer di dunia.

Intel selama ini dinilai terus mempromosikan produk yang lebih cepat, berkualitas, serta tahan banding dengan harga penjualan premium.

Namun, sebagai salah satu kandungan dari produk komputer, konsumen sering melupakan peran dari processor intel.

6. McDonald's (nilai merek US,59 miliar)

Mc Donalds
Perusahaan makanan cepat saji McDonald's selama ini terkenal sebagai merek makanan yang konsisten, berkualitas, serta responsif memenuhi kebutuhan konsumen, telah menancapkan kekuatan dari merek produknya di masyarakat.

Dalam upayanya lebih ramah lingkungan, McDonald's juga membuat program ambisius dengan meminta pemasok untuk memproduksi bahan makanan dari lahan yang sudah terkelola dengan baik dan ramah lingkungan.

(bersambung)

Read more

5 Merek Produk Terbaik Tahun Ini

,
Logo Google  
BERITA TERKAIT
  • 10 Merek Produk Terbaik Tahun Ini
  • Apple, Perusahaan Paling Inspiratif
  • Deloitte Digugat US,6 Miliar
  • 20 Negara Pengutang Terbesar di Dunia
  • Korporasi RI Penghuni Forbes Selama 2011

VIVAnews - Lembaga konsultan merek, Interbrand, merilis daftar 100 merek produk terbaik di dunia. Di antara produk yang berseliweran di pasar dunia, Apple muncul sebagai produsen dengan merek produk bernilai tinggi yang mengalami peningkatan peringkat tertinggi di antara produsen lain.

Bahkan, seperti dikutip dari laman interbrand.com, lonjakan kenaikan peringkat ini membuat merek produk Apple masuk dalam 10 besar merek bernilai tinggi di dunia.

Dalam memberikan penilaian terhadap merek produk terbaik ini, Interbrand melakukan pemeringkatan berdasarkan pada tiga faktor.

Pertama, kinerja keuangan. Dalam kategori ini, Interbrand menilai sebuah produk dilihat dari kontribusinya pada pendapatan perusahaan. Untuk memberikan penilaian lebih maksimal, Interbrand menggunakan perkiraan pendapatan selama lima tahun mendatang.

Kriteria kedua dilihat dari peran dari merek. Pada kategori ini, Interbrand menilai porsi keputusan konsumen dalam membeli merek produk, harga, serta fasilitas yang disediakan.

Ketiga, kriteria yang digunakan adalah kekuatan merek. Interbrand menggunakan kriteria ini untuk menilai kemampuan sebuah merek produk terhadap pendapatan perusahaan pada tahun mendatang.

Berikut ini adalah posisi 5 besar merek produk terbaik selama 2011. (posisi 6-10 dapat dilihat disini)

5. General Electric (Nilai merek US,80 miliar)

General Electric

GE terus melanjutkan langkahnya menjadi sebuah produk yang dihormati di dunia, sebuah contoh untuk kekuatan imaginasi. Ketika bencana nuklir Fukushima, Jepang menghasilkan pemberitaan buruk dari media AS pada tahun 2011, GE tetap mampu mempertahankan posisinya di dunia, beroperasi di lebih dari 100 negara dan mempekerjakan 300 ribu orang.

GE saat ini memperkenalkan dua program andalan untuk setiap platform produknya berupa ecomagination dan healthymagination. Dua hal yang memposisikan kredibilitas GE di pasar global.

4. Google (Nilai merek US,32 miliar)

Google

Dengan pertumbuhan nilai merek sebesar 27 persen dibandingkan tahun lalu, posisi Google sebagai salah satu merek terkenal dunia terus tumbuh dan tampaknya tidak ada yang dapat menghentikannya.

Google kini fokus dalam pengembangan produk-produk baru pada tahun-tahun terakhir, termasuk Chromebook.

Disamping berusaha menarik sebanyak mungkin pengunjung website, Google juga terus melanjutkan upaya untuk menarik dan mempertahankan para pegawainya. Serta memastikan para pekerja ini terikat dengan kesuksesan perusahaan.

3. Microsoft (Nilai merek US,09 miliar)

Microsoft

Tak bisa dipungkiri lagi, Microsoft merupakan perangkat lunak yang mendominasi sistem operasi komputer di seluruh dunia. Hal ini merupakan berkah sekaligus kutukan mengingat komputer masa depan kini beralih ke dunia mobile.

Para pesaing kini terus memanjakan konsumen dengan menghasilkan aplikasi mobile yang mengalihkan penggunaan dari perangkat individu menjadi ecosystem.  Google diperkirakan akan terus memberikan tekanan pada keuntungan Microsoft, dan aplikasi Google juga akan mengancam bisnis Microsoft.

2. IBM (Nilai merek US,91 miliar)



IBM ProfitIBM yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke 100, kini semakin kuat dibandingkan masa-masa sebelumnya. IBM kini tak hanya menawarkan perangkat keras, tapi mulai beralih ke pelayanan, pengetahuan, dan kini inovasi.

Advokasi yang terus menerus dilakukan IBM dengan perangkat lunak open source telah membuat unit pelayanan semakin produktif.

1. Coca Cola (Nilai merek US,86 miliar)

Coca Cola
Minuman bersoda, Coca Cola, tetap menjadi merek terkenal sepanjang masa disaat perayaannya yang ke 125 tahun. Coca Cola terus mengembangkan bisnis dan mereknya dengan menjadi sponsor sejumlah event terkenal seperti Piala Dunia FIFA.

Selama ini merek Coca Cola sangat erat kaitannya dengan bantuan bencana, pemberdayaan kaum muda, serta isu-isu keberlangsungan di dunia.

Sebagai minuman ringan, Coca Cola relatif memiliki pasar yang stabil seiring nilai mereka yang terus bergerak maju. Laporan perusahaan menunjukan, setidaknya rata-rata 1,7 miliar minuman Coca Cola disediakan per hari di seluruh dunia.  (umi)

Read more

Rabu, 05 Oktober 2011

Negara-negara Terbaik untuk Bisnis

,
Perekonomian Kanada (REUTERS/Andy Clark)
BERITA TERKAIT
  • Miliarder Paling Merugi Selama 2010
  • Kekayaan Bill Gates Bertambah Rp46,5 Triliun
  • Daftar Negara Pengutang Terbesar (II)
  • Ini Penyerap Tenaga Kerja Terbanyak di Dunia
  • 2010, Orang Kaya China Hamburkan Uang Rp221 T

VIVAnews - Majalah Forbes menempatkan Kanada sebagai negara terbaik untuk bisnis mengalahkan Amerika Serikat yang lumpuh oleh kekuatan resesi double dip dan Eropa yang tengah berjuang mengatasi masalah utang. 

PDB Kanada tercatat US,6 triliun, terbesar kesembilan di dunia. Ekonomi ini tumbuh 3,1 persen pada tahun lalu, dan tahun ini diperkirakan masih tumbuh 2,4 persen.

Dalam laporan Forbes, Senin 3 Oktober 2011, Kanada berhasil tumbuh di tengah krisis perbankan yang melanda AS dan Eropa. Royal Bank of Canada, Bank of Nova Scotia dan Bank of Montreal bisa menghindari dana talangan dan menguntungkan selama krisis keuangan yang dimulai pada 2007. Bank-bank Kanada menguntungkan karena praktik konservatif pinjaman mereka.

Kanada bergerak naik dari peringkat keempat tahun lalu berkat memperbaiki standing pajak. Struktur kredit pajak direformasi dengan memperkenalkan penyelarasan Pajak Penjualan di Ontario dan British Columbia pada 2010. Tujuannya untuk membuat bisnis di Kanada lebih kompetitif. Status pajak Kanada juga meningkat berkat penurunan tarif pajak perusahaan dan karyawan.

Sebenarnya Kanada bersandar pada ekonomi Amerika Serikat . Kanada merupakan pemasok minyak terbesar untuk Paman Sam dan tiga-perempat tujuan ekspor adalah AS. Meski pengangguran AS telah berada di atas 9 persen, di Kanada hanya 7,3 persen, jauh dibandingkan dengan rata-rata dalam 25-tahun, yaitu 8,5 persen. Tingkat pengangguran ini juga lebih kecil dibandingkan dengan zona euro yang mencapai 10 persen.

Selain masalah pajak, dalam penobatan kali ini, Forbes juga mempertimbangkan faktor-faktor lain di 134 negara. Beberapa faktor di antaranya soal hak milik, inovasi, teknologi, korupsi, kebebasan (pribadi, perdagangan, dan moneter), perlindungan investor, dan kinerja pasar saham.

Dalam peringkat ini, Indonesia berada di peringkat ke 75, jauh ditinggalkan Singapura dan Malaysia yang menempati peringkat 6 dan 34.

Berikut negara-negara terbaik untuk investasi versi Forbes:
1. Kanada
2. Selandia Baru
3. Hong Kong
4. Irlandia
5. Denmark
6. Singapura
7. Swedia
8. Norwegia
9. Britania Raya
10 Amerika Serikat
...

34. Malaysia
...

66. Thailand
...

75. Indonesia

(umi)

Read more

Negara Terbaik untuk Bisnis, Bagaimana RI?

,
Pembangunan Jalan Layang Non Tol Kampung Melayu - Tanah Abang (VIVAnews/Muhamad Solihin)
BERITA TERKAIT
  • Bank Dunia: 2012, Indonesia Tumbuh 6,3%
  • Negara-negara Terbaik untuk Bisnis
  • BKPM: Fondasi Ekonomi Indonesia Kuat
  • Modal RI di Tengah Krisis Global
  • Hatta: Ekonomi Indonesia Waspada

VIVAnews - Majalah Forbes menempatkan Kanada sebagai negara terbaik untuk bisnis. Kanada mengalahkan negara-negara Amerika Serikat dan Eropa yang tengah dilanda resesi.

Dalam penetapan ini, Forbes mempertimbangkan beberapa faktor, seperti pajak, hak milik, inovasi, teknologi, korupsi, kebebasan (pribadi, perdagangan, dan moneter), perlindungan investor, dan kinerja pasar saham.

Di Asia Tenggara, peringkat terbaik justru ditempati Singapura. Negara yang pada 2010 lalu tumbuh 14,5 persen dan memiliki rata-rata pendapatan per kapita US.600. Secara keseluruhan, Singapura menempati posisi ke enam setelah Kanada, Selandia Baru, Hong Kong, Irlandia, dan Denmark.

Singapura memiliki ekonomi pasar bebas yang sangat maju dan sukses. "Ia sangat terbuka dan bebas korupsi, harga yang stabil, dan PDB per kapita lebih tinggi dari sebagian besar negara maju," tulis laporan Forbes.

Perekonomian Singapura sangat tergantung pada ekspor, terutama barang elektronik, produk-produk teknologi informasi, dan farmasi. Sektor jasa keuangan juga tumbuh cepat. Pertumbuhan PDB riil rata-rata 7,1 persen antara 2004 hingga 2007. Pertumbuhan ekonomi 2009 hanya 1,3 persen sebagai akibat dari krisis keuangan global, namun rebound hampir 14,7 persen pada 2010.

"Singapura telah menarik investasi besar dalam produksi farmasi dan teknologi medis. Mereka akan melanjutkan upaya untuk mendirikan Singapura sebagai pusat keuangan Asia Tenggara dan teknologi tinggi."

Selanjutnya adalah Malaysia yang menduduki peringkat ke 34. Malaysia memiliki pertumbuhan ekonomi 7,2 persen dan pendapatan per kapita US.700. Negara berpenghasilan menengah ini telah mengubah dirinya sejak 1970 dari produsen bahan mentah menjadi ekonomi multi sektor.

Di bawah Perdana Menteri Najib saat ini, Malaysia berusaha mencapai status yang berpenghasilan tinggi pada 2020, dan terus bergerak lebih jauh dengan memberi nilai tambah dengan menarik investasi di bidang keuangan Islam, industri teknologi tinggi, bioteknologi, dan jasa.

Pemerintahan Najib juga melanjutkan upaya meningkatkan permintaan domestik dan mengurangi ketergantungan ekonomi pada ekspor. Namun demikian, ekspor --khususnya elektronik, minyak dan gas, kelapa sawit, dan karet-- tetap menjadi penggerak yang signifikan pada perekonomian. Sebagai pengekspor minyak dan gas, Malaysia memiliki keuntungan dari harga energi dunia lebih tinggi. Meski demikian, meningkatnya biaya bensin dan solar dalam negeri memaksa pemerintah disaring memotong subsidi bahan bakar.

"Pemerintah juga berusaha mengurangi ketergantungan pada produsen minyak negara Petronas, yang memasok lebih dari 40 persen dari pendapatan pemerintah," tulis keretangan itu.

Sementara itu Thailand menempati posisi ke 66. Dengan infrastruktur yang dikembangkan, perekonomian bebas, kebijakan pro-investasi, dan industri ekspor yang kuat, Thailand menikmati pertumbuhan yang solid 2000-2007 rata-rata lebih dari 4 persen per tahun, sejak pulih dari krisis keuangan Asia 1997-1998.

Ekspor Thailand yang sebagian besar mesin dan komponen elektronik, komoditas pertanian, dan perhiasan, terus mendorong perekonomian. Krisis keuangan global 2008-2009 sangat mengurangi ekspor Thailand. Pada 2009, perekonomian mengalami kontraksi 2,2 persen. Pada 2010, ekonomi Thailand tumbuh 7,6 persen, laju tercepat sejak 1995, karena ekspor rebound dari tingkat depresi 2009.

Protes antipemerintah selama Maret-Mei telah berdampak sementara pada kepercayaan bisnis. Sektor pariwisata terpukul keras selama protes berlangsung. Namun, pemulihan yang cepat membantu meningkatkan kepercayaan. Pasar saham Thailand tumbuh hampir 5 persen selama periode tiga-bulan pertama tahun ini. "Perekonomian Thailand mungkin akan terus tumbuh dengan baik pada 2011."

Sementara itu Indonesia menduduki peringkat ke 75 dari 134 negara tujuan bisnis terbaik. Indonesia telah melewati krisis keuangan global relatif lancar karena ketergantungan pada konsumsi domestik sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. Meningkatkan investasi baik oleh investor lokal maupun asing juga mendukung pertumbuhan yang solid.

Meskipun pertumbuhan ekonomi pada 2009 hanya 4,5 persen jauh lebih rendah dari rata-rata 6 persen sejak krisis 2008, pada 2010 pertumbuhan kembali ke tingkat 6 persen. Selama resesi, Indonesia mengungguli sebagian besar tetangga regional. Pemerintahan Yudhoyono telah membuat kemajuan ekonomi dengan memperkenalkan reformasi signifikan di sektor keuangan, termasuk pajak, bea cukai, dan penggunaan superivisi pada lembaga keuangan dan pasar modal.

Rasio utang terhadap PDB dalam beberapa tahun terakhir terus menurun karena pertumbuhan PDB yang semakin kuat dan penata layanan fiskal yang sehat. Kondisi  ini membuat dua dari tiga lembaga kredit terkemuka meng-upgrade peringkat kredit utang Indonesia satu level di bawah investment grade.

"Sayangnya Indonesia masih berjuang dengan kemiskinan dan pengangguran, korupsi, infrastruktur, peraturan lingkungan yang kompleks, serta distribusi sumber daya yang tidak merata," tulis Forbes. (eh)

Read more
 

Blog Berita Online Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger