Tampilkan postingan dengan label apple. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label apple. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Oktober 2011

Saham Apple di Bursa Eropa Melemah

,
Mantan CEO Apple Steve Jobs (REUTERS/Lou Dematteis)
BERITA TERKAIT
  • Steve Jobs Langganan Masuk Daftar Forbes
  • Ini Dia Tunggangan Steve Jobs Ketika Muda
  • Steve Jobs Terus Bergaung di Ranah Maya
  • Seleb Dunia Berduka Atas Wafatnya Steve Jobs
  • Mercy Tanpa Plat Steve Jobs Juara Tilang

VIVAnews - Kematian pendiri Apple Inc, Steve Jobs, tampaknya memberikan sentimen negatif pada pergerakan saham Apple di bursa efek Frankfurt, Jerman. Kabar kematian Steve Jobs ini menambah sentimen negatif bursa Jerman di tengah krisis keuangan Eropa.

Pada pembukaan perdagangan saham di bursa Frankfurt hari ini, saham Apple tercatat mengalami penurunan sebesar 3,3 persen. Saham Apple mulai diperdagangan di bursa Jerman pada 23 Desember 2009

"Kabar ini menyelimuti di tengah diskusi mengenai krisis keuangan. Setidaknya hanya untuk hari ini," kata Anggota Close Brother Seydler seperti dikutip dari Reuters, Kamis, 6 Oktober 2011.

Berdasarkan data yang diperoleh VIVAnews dari laman finance.yahoo.com diketahui saham Apple di bursa Frankfurt dengan kode saham APC.F hingga pukul 5:48 pagi waktu EDT turun 7,57 poin atau 2,68 persen.

Selain di bursa Frankfurt, saham Apple Inc juga tercatat di bursa efek New York dengan kode saham AAPL. Nilai kapitalisasi Apple hingga penutupan perdagangan saham kemarin menjadai US0,67 miliar.

Selama sebulan terakhir (month to date), saham APC di bursa Frankfurt tercatat naik 6,08 persen. Bahkan dalam tiga bulan terakhir saham Apple telah mengalami kenaikan 14,55 persen dan 37,7 persen selama setahun terakhir (year to date)

Pada perdagangan kemarin di NYSE, harga saham AAPL diperdagangkan pada level US8,25 per lembar

Sebelumnya, kalangan pelaku pasar modal di Amerika Serikat masih optimistis meninggalnya pendiri Apple Inc, Steve Jobs, tidak akan terlalu berpengaruh besar pada pergerakan harga saham Apple di Bursa Efek New York. Bahkan, saham Apple akan terus bergerak dengan tren naik.

Kendati demikian, para analis sangat yakin, kalangan investor harus memberikan penghargaan tertinggi kepada Steve Jobs yang sudah membangun budaya kerja di perusahaan teknologi informasi tersebut.

"Kami yakin etos yang dilahirkan Jobs, visi dan etika kerjanya, akan selamanya menuntut Apple," ujar Piper Jaffray Gene Munster salah seorang analis berpengaruh di pasar modal AS dalam riset hariannya seperti dikutip laman Forbes. (adi)

Read more

Jobs Wafat, Saham Apple Akan Terus Berkibar

,
Tabur Bunga Untuk Steve Jobs (REUTERS/Brian Snyder)
BERITA TERKAIT
  • VIDEO: Ceramah Kematian Steve Jobs
  • Lima Aktor Paling Pantas Perankan Steve Jobs
  • Ceramah Steve Jobs tentang Kematian
  • Obama: Steve Jobs, Inovator Terhebat Amerika
  • Lima Momen Tak Terlupakan Steve Jobs

VIVAnews - Kalangan pelaku pasar modal di Amerika Serikat optimistis meninggalnya pendiri Apple Inc, Steve Jobs, tidak akan terlalu berpengaruh besar pada pergerakan harga saham Apple di Bursa Efek New York. Bahkan, saham Apple akan terus bergerak dengan tren naik.

Kendati demikian, para analis sangat yakin, kalangan investor harus memberikan penghargaan tertinggi kepada Steve Jobs yang sudah membangun budaya kerja di perusahaan teknologi informasi tersebut.

"Kami yakin etos yang dilahirkan Jobs, visi dan etika kerjanya, akan selamanya menuntut Apple," ujar Piper Jaffray Gene Munster salah seorang analis berpengaruh di pasar modal AS dalam riset hariannya seperti dikutip VIVAnews.com dari laman Forbes, Kamis, 6 Oktober 2011.

Munster menilai Jobs tidak hanya menghasilkan produk-produk terbaru seperti Mac, iPhone, iPad, dan iPod, tapi juga telah membangun kerajaan bisnis Apple.

"Di bawah kepemimpinannya selama 35 tahun sebagai CEO (chief executive officer) Apple, Jobs tak hanya menginspirasi produk-produk Apple yang hadir dengan teknologi baru dan mengubah gaya hidup masyarakat, tetapi juga membuat ahli teknologi melakukan hal yang sama dengannya," ujar dia.

Munster mengatakan, Jobs telah menyelesaikan pekerjaan terbaiknya dengan membangun Apple. Untuk itu, dirinya yakin segala inovasi yang dibuatnya akan membimbing Apple untuk menciptakan masa depan.

Dia juga optismistis Apple di bawah kepemimpinan Tim Cook akan terus berkembang. Pengganti Jobs ini dianggap sebagai sosok yang paling ideal untuk menahkodai Apple.

"Cook memiliki kemampuan untuk menjalankan bisnis Apple. Dengan kombinasi kerendahan hati dan motivasi yang tak terpuaskan membuat Cook menjadi pengganti unik Jobs sebagai CEO," katanya.

Pada perdagangan kemarin, Rabu 5 Oktober 2011, saham Apple masih ditutup menguat 1,54 persen ke level US8,25 per saham.

Pendiri Apple Inc, Steve Jobs, meninggal dunia di usia 56 tahun. Mantan CEO Apple yang dikenang sebagai salah satu CEO terbaik Amerika ini meninggal pada Rabu 5 Oktober 2011 setelah bertahun-tahun berperang melawan penyakit kanker dan sejumlah problem kesehatannya. (art)

Read more
 

Blog Berita Online Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger